Home » , , » Sinopsis Anak Langit Jumat 7 Februari 2020 - Episode 1505

Sinopsis Anak Langit Jumat 7 Februari 2020 - Episode 1505

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Anak Langit Jumat 7 Februari 2020 - Episode 1505
Sinopsis Anak Langit Jumat 7 Februari 2020 - Episode 1505
Sisnettv.com - Sinopsis Anak Langit Jumat 7 Februari 2020 - Episode 1505. Mocca masuk kamar memanggil Ayumi namun ternyata tak ada. Mocca keluar lagi dari sana. Mocca tanya ke Bu Astri dan Mang Toha, Ayumi ke mana. Mang Toha dan Bu Astri kaget lalu menyebut tadi Ayumi bilang mau kabur dari rumah ini. Ayumi sambil menangis di jalanan naik motor, lalu ia berhenti. Ayumi bingung mau ke mana. "Ngapain juga sih gue kabur dari rumah? Gue jadi bingung sekarang mau ke mana? Erghhh," keluhnya. 

Tari yang dikasih tahu syok, ia langsung menangis sejadi-jadinya. ia benar-benar merasa berdosa pada Hiro. ia mengorbankan Hiro. Ketika itu Uli dan teman-teman masuk ke kamar Tari karena dengar Tari menangis. Selina ditelepon Tari, dan dikasih tahu kalau Hiro di RS. Selina yang peduli banget pada Hiro tentu saja tanpa pikir panjang langsung lari ke RS.

Sasya dan Arik baru tiba, mereka turun dari mobil. Lalu Arik berterima kasih pada Sasya yang sudah care dan banyak bantu Arik. Sasya bilang dengan senang hati bisa bantu Arik. Arik langsung pamit. Mocca panik banget memikirkan si Ayumot. Pakai sok kabur lagi itu anak. Mocca menelepon Ayumi tak diangkat. Akhirnya Mocca mau cari ke kantor Ayumi, siapa tahu ia pergi ke sana. Mocca naik motor lagi dan pergi dari sana.

Selina tiba di rumah sakit, namun saat sampai RS, Hiro sudah tak ada. Suster jelaskan Hiro pergi setelah sadar. Selina panik banget, takut Hiro kenapa-kenapa. Suster jelaskan kalau Hiro enggak kenapa-kenapa. Hiro ternyata sedang menyepi di tepi danau yang dulu didatangi bareng Tari. ia lihat ukiran namanya bersama Tari. Ayumi mau naik motor namun bannya kempis. Ayumi kesal, tiba-tiba didatangi Yogi dan pura pura tanya kenapa. Ayumi yang kesal langsung menuduh Yogi mengempesi bannya. Ayumi marah-marah.

Azan Magrib terdengar. Saat mendengar azan, seolah hati Hiro tersentuh. "Ya Allah, hamba ingin sekali Tari itu jadi pendamping hidup hamba," pinta Hiro. 

Iklan Dibawah

0 komentar:

Post a Comment