Home » , , , » Legend of the Blue Sea Indosiar Senin 15 Juni 2020 - Episode 20 TERAKHIR

Legend of the Blue Sea Indosiar Senin 15 Juni 2020 - Episode 20 TERAKHIR

Posted by Sisnet TV

Legend of the Blue Sea Indosiar Minggu 14 Juni 2020 - Episode 20 TERAKHIR TAMAT
Legend of the Blue Sea Indosiar Minggu 14 Juni 2020 - Episode 20 TERAKHIR TAMAT
Sisnettv.com - Legend of the Blue Sea Indosiar Senin 15 Juni 2020 - Episode 20 TERAKHIR. Yoo Ran merasa kasihan pada Chung. Chung mengambil jaketnya dan berlari keluar mencari Joon Jae. namun Dia tidak menemukan Joon Jae di manapun. Dia melihat lampu air mancur, di mana 3 tahun lalu Dia menunggu Joon Jae di sana. Ia melompat mundur ketika seorang pengendara motor gak sengaja mencipratkan salju ke kakinya. Chung mulai menyerah dan berjongkok, seperti ketika Dia diusir dari mall di Spanyol. Kau terlihat nyaman dan bahagia dengan apa adanya dirimu. Apakah aku sebaiknya tidak kembali? batinnya. 

Seseorang menghampirinya dan memayunginya. Kenapa? Agar kau bisa pergi lagi? tanya Joon Jae. Aha...ternyata Joon Jae tidak lupa. Dia bahkan masih bisa mendengar suara hati Chung. Jadi tadi Dia mendengar ungkapan hati Chung yang sesungguhnya. Ia mengulurkan tangannya pada Chung. Chung menyambutnya dan bangkit berdiri. Apakah ini yang kauinginkan? Dihapus dari dunia sepenuhnya agar aku melupakanmu? Jika kau akan seperti ini, kenapa kau menghapusnya? Sudah kubilang jangan lakukan itu. Apa kau benar-benar ingat, tanya Chung. Joon Jae berkata di dunia ini hanya dirinya yang mengingat Chung. Bagaimana bisa, tanya Chung lagi.  Gadis bodoh...hapuslah 100 kali dan lihat apakah aku melupakanmu,  kata Joon Jae sambil memeluk Chung. 

Chung masih sulit percaya ini terjadi. Joon Jae berkata Chung melewatkan sesuatu. Chung memang bisa menghapus apa yang mereka lakukan, apa yang mereka makan, apa yang mereka bicarakan, apa yang mereka tertawakan, namun Chung tidak bisa menghapus dirinya yang sudah terukir di hati Joon Jae. Cieeee....  Tapi Joon Jae mengakui Dia berusaha keras untuk mengingat Chung. Dia sudah mencatat semuanya jauh sebelum Chung pergi, seandainya hal seperti ini terjadi di masa yang akan datang. Joon Jae menulis dalam diarinya semua yang dialaminya bersama Chung. Seandainya ingatannya hilang, Dia masih bisa menemukan Chung dalam diarinya. <p>Setahun pertama setelah Chung pergi, Dia menyatukan semua kepingan ingatan akan Chung yang mulai memudar. Setahun berikutnya Dia mencari laut yang mungkin menjadi tempat Chung tinggal. Dan setahun terakhir Dia mencari rumah di dekat laut untuk ditinggali bersama Chung. Dia berusaha mencari rumah yang tidak terlalu banyak orang, dekat dengan laut, dan banyak jalan setapak. Akhirnya Dia menemukannya.  Ketika Nam Doo meneleponnya memberitahunya mengenai kedatangan seorang wanita berambut panjang yang cantik, Dia hampir gak bisa menahan perasaannya.  

Setelah membuatku sangat menderita....akhirnya,&#8221; ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Lalu Dia memacu mobilnya lebih kencang. Dia berjalan-jalan tergesa-gesa menuju rumahnya. Setelah 3 tahun berlalu hari yang terasa tidak akan datang, akhirnya datang juga. Mereka bertemu kembali. Chung menatap Joon Jae terharu. Dia bertanya mengapa Joon Jae melakukan itu. Dia mungikin saja tidak bisa kembali. Lalu bagaimana dengan Joon Jae? Maka aku akan mengenangmu sendirian selama sisa hidupku. Aku sendiri yang mencintaimu. Dia memeluk Chung kembali. Mereka pulang ke rumah dan naik ke kamar atas. Entah penjelasan apa yang diberikan Joon Jae pada ibu dan teman-temannya. Chung melihat semuanya tidak berubah. Lalu Dia teringat masa sewa rumah tersebut pasti sudah habis. 

Tentu saja sudah lewat. Karena orang yang akan bantu pindahan tidak datang, akhirnya aku beli saja. Chung tersenyum. Dia berterimakasih Joon Jae sudah menantinya. Joon Jae berkata Chung juga sudah berusaha keras tidak menyerah dan kembali menempuh perjalanan panjang.  Chung pelan-pelan mendekati Joon Jae. Joon Jae sedikit mundur, curiga Chung akan mengghapus ingatannya lagi. Ingatanku tidak bisa dihapus meski kau mencobanya ratusan kali...tapi tetap saja...

Chung jadi kesal dan berkata Dia tidak akan melakukannya. Joon Jae berkata Dia hanya bercanda lalu mendekatkan wajahnya pada Chung. namun kali ini Chung yang menjauh dari Joon Jae. Mereka tertawa. Suatu hari Chung mengunjungi Gelandangan Hong yang tentu saja tidak mengenalinya. Dia heran bagaimana Chung tahu di mana tempat penampungan pakaian bekas yang bagus. Chung berkata Dia datang karena kangen pada Gelandangan Hong. Aku tidak kangen karena ini pertama kalinya kita bertemu, kata Gelandangan Hong mengira Chung orang aneh. 

Chung mengulang perkataan yang pernah diucapkan Gelandangan Hong. Bahwa hidup ini dipenuhi pertemuan gak disengaja. Mereka harus menghargai pertemuan itu dan hubungan baik akan terjalin.  Gelandangan Hong terkejut Chung sepemikiran dengannya. Chung mengajaknya berteman. Dia akan datang pada hari Gelandangan Hong ke sini, yaitu Senin, Rabu, Jumat. Apa kau seorang penguntit? Apa kau mengikutiku? Gelandangan Hong curiga.  Chung berkata Dia memiliki pria yang Dia cintai. Lalu Dia berkata ada tiga tahap cinta. Romantis, panas, dan kotor. Gelandangan Hong makin heran. Chung berkata saat ini hubungannya tidak romantis namun jadi panas dan sedang menuju fase kotor.  Apa kita ini soulmate? Kita benar-benar cocok! kata Gelandangan Hong senang.

Waktu berlalu.... Chung sudah menikah dengan Joon Jae. Dan Dia sedang belajar untuk mengikuti tes persamaan SMA. Joon Jae gak rela istrinya belajar di malam yang dingin ini. Dia berkata Dia akan mengajari Chung semuanya untuk lulus ujian itu. Tidak ada hal yang tidak bisa kulakukan atau terlalu sulit bagiku, sahut Chung merasa tertantang. Jadi apa masalahnya, kata Joon Jae sambil menggendong Chung ke tempat tidur.  Dalam sidang terakhir pemilihan penuntut, para penguji senang karena Joon Jae mendapat nilai yang luar biasa. Mereka bertanya Joon Jae ingin menjadi penuntut umum seperti apa. Impianku adalah menjadi penuntut umum di daerah, yang memiliki pemandangan indah. Lebih bagus lagi di dekat lautan. Beberapa tahu lalu aku membeli rumah kecil di daerah Sokcho. Jika aku bisa menjalankan tugas pertamaku di sana, maka itu akan bagus. Meski heran dengan keinginan Joon Jae, para penguji langsung menyetujuinya.

Joon Jae dan Chung pindah ke rumah baru mereka. Lho kemana Yoo Ran dan yang lainnya? Impian mereka menjadi kenyataan. Mereka menjalani hidup sederhana di desa yang terpencil. Tidak terlalu banyak hal terjadi di sana. Desa kecil yang membosankan. Namun hidup mereka tidak akan membosankan karena Chung mengandung anak pertama mereka. Melihat nafsu makan Chung yang naik berlipat-lipat saat hamil, Joon Jae bercanda bagaimana Dia menghidupi mereka dengan gajinya sebagai pegawai negeri. Jangan khawatir, sayang! Aku akan berusaha keras menangis sampai air mataku kering, kata Chung tertawa. Tentu saja. Berusahalah lebih keras karena akhir-akhir ini kau tidak menangis, gurau Joon Jae. 

Mereka duduk berdampingan menyaksikan matahari terbenam di tepi pantai. Menertawakan dan menangisi hal-hal sangat sederhana. Kadang gembira, kadang sedih. Melihat dalam diam bagaimana waktu mereka bersama terus mengalir hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, dan detik tiap detik. Menghargai cinta yang akhirnya datang padaku setelah melalui banyak jalan memutar. Diam-diam mengingat legenda kami yang indah. HAPPY ENDING

0 komentar:

Post a Comment