Home » , » Sinopsis Meri Durga ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 76

Sinopsis Meri Durga ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 76

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Meri Durga ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 76
Sinopsis Meri Durga ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 76
Sisnettv.com - Sinopsis Meri Durga ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 76. Shri mendapatkan medali. Durga menganggap nama itu diperoleh dengan belajar dengan baik. Kepala sekolah meminta mereka untuk pergi ke kelas mereka. 

Durga memeluk Shri dan memberi selamat padanya. Shri mengatakan ia adalah adik perempuanku. Aarti memandang dan berkata aku harus memberi tahu Pangeran, saudara perempuan topper adalah duffer.

Baca Juga:

Sinopsis Inayah ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 54

Sinopsis Pesantren Rock N Dut Minggu 7 Juni 2020 - Episode 7

Sinopsis Insya Allah Surga Tingkat 2 Minggu 7 Juni 2020 - Episode 38

Sinopsis Titipan Ilahi ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 7

Sinopsis Saraswati Chandra Minggu 7 Juni 2020 - Episode 7

Sinopsis Mermaid in Love Minggu 7 Juni 2020

Sinopsis Cinta Suci Minggu 7 Juni 2020 - Episode 28

Legend of the Blue Sea Indosiar Minggu 7 Juni 2020 - Episode 13

Ramalan Zodiak Minggu 7 Juni 2020

Sinopsis Yeh Teri Galiyan Minggu 7 Juni 2020 - Episode 98

Sinopsis Meri Durga ANTV Minggu 7 Juni 2020 - Episode 76

Subhadra membuat roti bola dan mengatakan hanya satu untukmu Durga, simpan tepung itu di lemari es. Paman mengatakan kami gak akan memiliki makanan di rumah, kami akan memiliki pizza khusus. Durga senang dan bertanya mengapa. Paman mengatakan Shri memenangkan trofi hari ini. Durga mengatakan ya, aku telah melihat, sekolah bertepuk tangan untuknya. Paman mengatakan ia adalah putriku. 

Subadra mengucapkan selamat kepada Shri. Shri menunjukkan medali dan piala. Mereka semua memiliki pizza. Durga mengatakan kamu harus ke atas, menjadi adikku. Amma datang untuk makan pizza.Dia meminta pizza. Subadra mengatakan dokter meminta kamu untuk gak makan pizza. Amma bersikeras untuk memiliki pizza. 

Subhadra meminta Durga untuk berbagi pizza dengan Amma. Paman bertanya mengapa kamu memberi tahu Durga, kamu membagikannya dengan Amma. Subhadra meminta Durga dan Amma untuk memilikinya, putriku telah memenangkan trofi, aku puas. Durga mengatakan tidak, aku gak bisa memiliki semua dan berbagi dengan Subadra. ia menjadi sedih dan makan beberapa gigitan. 

Pagi itu, Rajveer menerbangkan layang-layang. Anak-anak bersorak untuknya. ia menunggu Durga. Jaggi bertanya apakah kita akan membuat layang-layang bertarung. Rajveer mengatakan tidak, tunggu beberapa saat. Senior bertanya apa ini, apakah kamu memanggil kami untuk menunjukkan ini. Rajveer meminta kepala sekolah agar gak khawatir. 

Durga datang ke sana dan melihat layang-layang. Rajveer meminta Jaggi untuk terbang tinggi. ia mengatakan gak ada yang bisa memotong layang-layang aku. Durga tertarik. Gadis itu bertanya apakah kita menyia-nyiakan hari untuk Durga, aku gak akan menanggung Rajveer besok.


0 komentar:

Post a Comment