Home » , , , » Sinopsis Suspicious Partner Net TV Episode 6

Sinopsis Suspicious Partner Net TV Episode 6

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Suspicious Partner Net TV Episode 6
Sinopsis Suspicious Partner Net TV Episode 6
Sisnettv.com - Sinopsis Suspicious Partner Net TV Episode 6. Bong Hee terdiam, merasa kalau kisah pria itu sangat mirip dengannya. Hubungan pria itu, Jeon Sung Woo dan pacarnya tiba-tiba putus ditengah jalan. Sung Woo coba membujuknya, tapi pacarnya, Na Eun kekeuh tak mau. Ia yang masih mencintai pacarnya sering menunggunya didepan kantor untuk sekedar bertemu dengannya. Ia kemudian menerima surat penahanan dan satu setengah tahun tak pernah bertemu dengannya. Dan suatu hari, dia naik bus dan bertemu Na Eun. Awalnya dia tak ingin menyapa, tapi karena canggung, ia menghampiri Na Eun. Na Eun seolah ketakutan dan reflek mendorongnya sampai dia jatuh dari bus.

Disisi lain, Na Eun menggunakan Ji Wook sebagai pengacaranya. Gemetaran dia meyakinkan kalau Sung Woo pasti sengaja mengikutinya. Dia yakin kalau mantannya itu mengikutinya. Na Eun terus gemetaran dan matanya bergerak-gerak, kelihatan begitu panik. Ji Wook pun tampak memperhatikan gelagat Na Eun. Hari persidangan tiba, keduanya sama-sama tak menyangka akan bertemu dalam persidangan itu. Bong Hee siap duduk di kursinya, tapi kursi itu mundur dan Bong Hee bisa jatuh karenanya. Tapi Ji Wook sigap menarik kursi itu sehingga Bong Hee terselamatkan.

Sidang dimulai, Bong Hee membacakan gugatan dari kliennya yang mengalami luka dan harus menerima perawatan sampai 4 minggu. Oleh karena itu, kliennya meminta kompensasi perawatan selama 8 minggu. Ji Wook tak menyetujuinya, kejadian itu berlangsung karena penggugat sudah menerima perintah penahanan tapi dia melanggarnya. Dia menolak permintaan penggugat. Bong Hee membela penggugat yang tak pernah sekalipun menguntit tergugat sekalipun. Dan mereka kebetulan bertemu saat itu. Dan tak memungkiri fakta kalau terdakwa menyakiti penggugat.

“Terdakwa diganggu secara mental karena dipantau untuk waktu yang lama. Dia melakukan itu untuk melindungi dirinya.” “Yang Mulia, saat penggugat menguntit terdakwa, dia tak pernah secara fisik melukainya.”

Memang benar, tapi apa yang dilakukan oleh penggugat sudah menyebabkan stres bagi terdakwa. Bong Hee tak setuju, bukankah kasar berkata seseorang melakukan penyerangan hanya karena melihatnya dari jauh? “Memantau seseorang melawan kemauan mereka juga tergolong penyerangan. Jika seseorang mengawasi dari jauh dan mengikuti melawan kehendak, dia merasa takut, cemas, dan tak senang, yang sulit dimengerti jika belum pernah mengalaminya.” Jelas Ji Wook.

Bong Hee membatin khawatir, menduga kalau Ji Wook sedang membicarakan dirinya. Ji Wook menambahkan jika terdakwa harus pindah rumah dan membatasi interaksi. Dia bahkan harus meninggalkan pekerjaan yang ia cintai. Bong Hee makin terdiam, ia yakin kalau Ji Wook memang membicarakannya. Dia menegaskan sekali lagi jika pertemuan antara penggugat dan terdakwa tak disengaja. Bong Hee terdiam sejenak kemudian menatap Ji Wook, ia sudah menduga, Ji Wook tahu dia menguntitnya kan? Semua yang Ji Wook bicarakan adalah tentangnya kan?

Hakim menyela pembicaraan mereka dan bertanya apakah penggugat-terdakwa bersedia membahas tentang kesepakatan. Ji Wook berkata kalau pihaknya menolak. tapi dari pihak Bong Hee, penggugat bersedia menarik gugatannya. Ji Wook masih memberikan penolakan, terdakwa tak mau bertatap muka karena takut dikuntit lagi. “Penggugat sedang bersiap untuk emigrasi. Saya akan kirimkan dokumen jika Anda membutuhkannya.” Pungkas Bong Hee.

Persidangan berakhir. Bong Hee berpapasan dengan Ji Wook, ia pun membungkuk hormat padanya. Kerja bagus. Ji Wook kelihatan canggung, dia mengajaknya untuk bicara setelah diskusi dengan klien.

Saat naik lift, keduanya pun kembali bertemu dan cuma mereka berdua dalam lift itu. Bong Hee berbasa-basi kalau mereka sudah lama tak bertemu. tak juga, Ji Wook melihatnya saat dia berkata “Terdakwa mengaku bersalah” di pengadilan. Ah, Bong Hee tak tahu kalau dia melihatnya. Tapi kenapa dia sekarang bicara formal padanya? Dia dulu memanggilnya Eun Bong Hee.

Karena saat itu, Ji Wook menjadi mentor Bong Hee. Bukankah aneh kalau ia membuang ke-formal-annya hanya karena dua bulan itu, sedangkan mereka sudah tak bertemu selama dua tahun.

“tak aneh, tapi aku hanya merasa jauh.”
“Tentu saja. Kita tak dekat.”

Ji Wook segera meninggalkan lift saat pintu terbuka. Bong Hee bergegas mengikutinya. Tapi Ji Wook sengaja putar balik sehingga Bong Hee tak ada alasan untuk terus berjalan di belakangnya.

Di kafe, Bong Hee mewanti-wanti kliennya supaya tak meminta nomor telepon Na Eun lagi ataupun menemuinya. Sung Woo tersenyum meyakinkan, dia tak akan melakukan sesuatu yang dibencinya. Dia tahu perasaan Na Eun hanya dengan melihatnya. Pakaian Na Eun, gaya rambut, dan raut wajah. Ia tahu semenjak hari pertama bertemu dengannya. Jadi jangan cemas.


0 komentar:

Post a Comment