Home » , , » Sinopsis Perempuan Pilihan Jumat 18 September 2020 - Episode 9

Sinopsis Perempuan Pilihan Jumat 18 September 2020 - Episode 9

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Perempuan Pilihan Jumat 18 September 2020 - Episode 9
Sinopsis Perempuan Pilihan Jumat 18 September 2020 - Episode 9
Sisnettv.comSinopsis Perempuan Pilihan Jumat 18 September 2020 - Episode 9. Perawat menyuruh Faris untuk mengurus administrasi Samsul. Dalam hati Faris kesal, dia jadi terhenti di rumah sakit. Dia gak bisa ke panti asuhan dimana Nabila ditaruh. 

Di tempat lain, Winda nampak sedih karena Ilona belum sadarkan diri. Anisa mendoakan Ilona supaya cepat sembuh. Dia bilang berjanji kalau ilona sudah sembuh, dia akan mengajak Ilona main. Winda mengatakan ke Anisa kalau Ilona pasti senang, karena punya sahabat sebaik Anisa. 


Tiba-tiba perawat datang, dia kasih tahu ke Winda kalau ada administrasi yang harus diurus. Dan obat untuk pasien yang harus ditebus. Winda lalu menyuruh Anisa untuk menjaga Ilona, Winda juga berpesan kalau perlu bantuan untuk menekan tombol darurat. Anisa paham, dan Winda pergi meninggalkan Ilona dan Anisa. 

Di sisi lain, Bu Sundari tanya ke resepsionis apa ada pasien bernama Ilona Clarisa. Setelah di cek, perawat kasih tahu kamar Ilona dirawat. Bu Sundari menuju ruang Ilona dirawat, dia kaget di dalam ada anak kecil. Anisa ketakutan, karena dia ingat dulu dia yang mengusir saat Anisa masuk mobilnya. 

Bu Sundari marah-marah ke Anisa. Bahkan dia menyebut Anisa membawa kuman untuk Ilona. Tiba-tiba Winda datang, dia menyuruh mamanya jangan bicara kasar sama Anisa. Winda mengatakan kalau Anisa sabahatnya Ilona, dan bahkan yang membantu Ilona ke rumah sakit. Sundari tanya kalau apa itu benar, Winda mengatakan kalau itu benar. 

Dalam hati, Sundari mengatakan kenapa Ilona berteman dengan anak gembel. Sundari lalu mengatakan maaf ke Anisa, dia gak tahu kalau Anisa sahabatnya Ilona. Dia perkenalkan diri kalau Omanya Ilona. Di tempat lain, Arya membawa Maya ke sebuah panti, Maya gak tahu kalau Nabila tinggal di panti asuhan. Maya berpikir Nabila dirawat oleh papanya. 


0 komentar:

Post a Comment