Home » , , » Sinopsis Cinta Tapi Benci Senin 12 Oktober 2020 - Episode 22

Sinopsis Cinta Tapi Benci Senin 12 Oktober 2020 - Episode 22

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Cinta Tapi Benci Senin 12 Oktober 2020 - Episode 22
Sinopsis Cinta Tapi Benci Senin 12 Oktober 2020 - Episode 22

Sisnettv.comSinopsis Cinta Tapi Benci Senin 12 Oktober 2020 - Episode 22. Sonya melihat pak Rudi yang sekarat, dia malah mengatakan kalau selamat tinggal papa, sekarang harta papa akan jadi miliknya. Di sisi lain, Anya balik lagi, dia bilang ke suster kalau ada barang yang ketinggalan.

Anya melihat kakeknya sekarat, dia lalu minta tolong ke suster. Suster mengatur alat pembantu nafas pak Rudi. Suster bilang kalau ada yang sengaja matiin alat bantu pak Rudi.

Baca Juga:

Sinopsis Hati Yang Terluka Senin 12 Oktober 2020 - Episode 1

Sinopsis Radha Krishna Senin 12 Oktober 2020 - Episode 1

Bawang Putih Berkulit Merah Senin 12 Oktober 2020 - Episode 179

Sinopsis Inayah ANTV Senin 12 Oktober 2020 - Episode 182

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Senin 12 Oktober 2020 - Episode 411

Sinopsis Anak Band Senin 12 Oktober 2020 - Episode 16-17

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Senin 12 Oktober 2020 - Episode 194-195

Sinopsis Perempuan Pilihan Senin 12 Oktober 2020 - Episode 27

Sinopsis Dari Jendela SMP Senin 12 Oktober 2020

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Senin 12 Oktober 2020 - Episode 25

Sinopsis Chandragupta Maurya Senin 12 Oktober 2020 - Episode 27

Ramalan Zodiak Senin 12 Oktober 2020

Sinopsis Uttaran ANTV Episode 5 - Senin 12 Oktober 2020

Sinopsis Chandra Nandini Senin 12 Oktober 2020 - Episode 10

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 20 Senin 12 Oktober 2020

Sinopsis Ishq Mein Marjawan Senin 12 Oktober 2020 - Episode 19

Anya kaget mendengarnya, dia heran siapa yang sengaja matiin. Anya takut kalau pelakunya masih ada di ruangan ini. Sonya kesal Anya kenapa balik lagi, sehingga bisa menyelamatkan pak Rudi. 

Anya heran siapa yang sengaja matiin oksigen pak Rudi. Karena dia barusan alatnya tidak mati, namun sekarang mati, dia pikir pelakunya baru saja melakukannya. Anya berpikir pelakunya masih di ruangan ini.

Anya melihat di bawah tempat tidur pak Rudi, namun gak ada. Di sisi lain, Bu Sonya khawatir Anya nampak mencari sesuatu. Dia takut kalau Anya menemukan dirinya dan lapor ke Pak Rudi. Anya melihat sofa, lalu dia mau mengecek di belakang kursi itu. 


0 komentar:

Post a Comment