Home » , , » Sinopsis Indah Pada Waktunya Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 11

Sinopsis Indah Pada Waktunya Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 11

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Indah Pada Waktunya Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 11
Sinopsis Indah Pada Waktunya Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 11

Sisnettv.comSinopsis Indah Pada Waktunya Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 11. Riko sedang bicara dengan istrinya. Mereka membahas perceraian mereka. Istrinya Riko mau bercerai, namun dia minta haknya, bahkan istrinya itu minta PH. Riko gak mau, karena dia sudah membangun PH dari nol.

Meri cek hpnya, dia berharap ada Chat, dan telpon dari Panji namun gak ada. Dia kesal, tiba-tiba hpnya bunyi, dia langsung angkat. Meri pikir dari Panji. Meri sudah sangat senang, namun ternyata yang telpon adalah Hema.

BACA JUGA:

Sinopsis Ikatan Cinta Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 21-22

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 429

Bawang Putih Berkulit Merah Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 196

Sinopsis Hati Yang Terluka Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 18

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 220-221

Sinopsis Dari Jendela SMP Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 161

Sinopsis Anak Band Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 48-49

Sinopsis Perempuan Pilihan Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 35

Sinopsis Chandra Nandini Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 27

Sinopsis Chandragupta Maurya Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 44

Ramalan Zodiak Kamis 29 Oktober 2020

Sinopsis Radha Krishna Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 18

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 42

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 37 Kamis 29 Oktober 2020

Sinopsis Uttaran ANTV Kamis 29 Oktober 2020 - Episode 22

Anis kesal, karena sudah kerja puluhan tahun namun malah di PHK. Anis ngomel-ngomel sendiri. Bahkan sampai di rumah dia marah-marah sehingga marahan dengan Winda. Winda sampai pergi. 

Hema tanya apa Meri sakit, dia tahu dari orang kantor. Meri bilang cuma gejala flu saja. Hema mengatakan dia dekat rumah Meri, Hema mau ke rumah Meri. Namun Meri beralasan kalau dirinya mau ke rumah ibunya. Bahkan Hema mau anterin, Meri gak mau.

Winda nampak lagi nyetir, namun bensin mobilnya malah habis. Di binggung harus gimana, Winda lalu telpon Marsha. Dia menyuruh Marsha untuk membelikan bensin. 

Anis kesal karena telpon Winda gak diangkat. Anis berpikir Winda sekarang sudah berani ke dirinya. Dia gak akan telpon lagi, namun dia berpikir apa memang hp Winda rusak. Marsha lalu datang membawakan bensin, Marsha tanya kenapa, dia gak tahu Anis ngomel-ngomel. 


0 komentar:

Post a Comment