Home » , » Sinopsis Chandra Nandini Rabu 23 Desember 2020 - Episode 81

Sinopsis Chandra Nandini Rabu 23 Desember 2020 - Episode 81

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Chandra Nandini Rabu 23 Desember 2020 - Episode 81
Sinopsis Chandra Nandini Rabu 23 Desember 2020 - Episode 81

Sisnettv.com - Sinopsis Chandra Nandini Rabu 23 Desember 2020 - Episode 81. Chandra-Bheem menghancurkan segalanya di kamar karena marah pada Mohini yang membakar tubuhnya. Nandini berjalan ke kamar Chandra dan berpikir bahwa selama ini ternyata Bheem yang membuat Chandra melakukan semuanya. ia lalu mendengar suara kemarahan Chandra-Bheem dan bergegas menemuinya mencoba menghentikannya tapi Chandra-Bheem mendorongnya. 

Nandini pun menjatuhkan sebuah patung dan bilang agar gak melakukan semua ini. Bindusara diam2 memintai mereka dari pintu kamar. Nandini bilang pada Chandra-Bheem bahwa sebelumnya hidupnya sederhana tapi kemewahan kerajaan ini kini di cintainya dan Nandini memohon padanya agar gak menjauhkannya dari kemewahan semua ini. 

Baca Juga:

Sinopsis Ikatan Cinta Rabu 23 Desember 2020 - Episode 84

Sinopsis Hercai NET TV Rabu 23 Desember 2020 - Episode 38

Ramalan Zodiak Rabu 23 Desember 2020

Sinopsis Cinta Mulia Rabu 23 Desember 2020 - Episode 17

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Rabu 23 Desember 2020 - Episode 490

Seputih Cinta Semerah Dusta Rabu 23 Desember 2020 - Episode 17

Sinopsis Dari Jendela SMP Rabu 23 Desember 2020 - Episode 227

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Rabu 23 Desember 2020

Sinopsis Anak Band Selasa 22 Desember 2020 - Episode 104

Sinopsis Cinta Azize Rabu 23 Desember 2020 - Episode 6

Sinopsis Hatim ANTV Rabu 23 Desember 2020 - Episode 5

Sinopsis Naagin ANTV Rabu 23 Desember 2020 - Episode 23

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 93 Rabu 23 Desember 2020

Sinopsis Radha Krishna Rabu 23 Desember 2020 - Episode 73

Sinopsis Lava Dan Kusha Rabu 23 Desember 2020 - Episode 52

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Rabu 23 Desember 2020 - Episode 97

Sinopsis Uttaran ANTV Rabu 23 Desember 2020 - Episode 77

Bindusara naik pitam mendengarnya dan beranjak pergi. Chandra-Bheem sendiri berpikir mengapa dirinya harus marah tanpa alasan karena kehidupan seperti inilah yang di inginkannya lalu Chandra-Bheem  berbicara pada Nandini bahwa dirinya gak akan membiarkannya pergi karena ia selalu menjadi miliknya. 

Nandini pun memeluknya dan berpikir  akan menjebaknya atas semua rasa sakit yang telah diberikannya pada Chandra. Mohini masuk ke istana dan berbicara sendiri bahwa dirinya kini hanya tinggal menangani Nandini untuk mendapatkan singgasana dan mahkota.

Helena sibuk hilir mudik di kamarnya sambil berpikir mengapa Bindusara gak mengambil tindakan untuk melawan Dharma. Mohini kemudian muncul dan itu mengejutkannya. Helena pun bertanya mengapa begitu berani ia masuk ke kamarnya. 

Mohini menjawab bahwa kini kamar ini menjadi kamarnya karena dirinya sekarang seorang ratu pertama. Mereka berdebat dan Mohini mengusirnya keluar. Helena pun beranjak pergi dengan emosi. Dharma termenung teringat ucapan sang peramal. Dharma lalu berpikir  bahwa prediksi peramal itu pasti salah karena dirinya dan Bindusara berusaha sebisa mungkin menghindari hubungan suami istri jadi gak mungkin mereka akan memiliki anak .  

Bindusara datang dan kakinya tiba2 kram. Dharma mencoba membantu tapi Bindusara memakinya bilang bahwa ia dan Nandini sangat pintar bersandiwara hanya demi mendapat kemewahan istana. Bindusara juga berkata gak akan membiarkannya dan Nandini untuk tinggal di istana.  Lalu Bindusara menyeret Dharma keluar kamar.


0 komentar:

Post a Comment