Home » , » Sinopsis Cansu dan Hazal Minggu 31 Januari 2021 - Episode 34

Sinopsis Cansu dan Hazal Minggu 31 Januari 2021 - Episode 34

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Cansu dan Hazal Minggu 31 Januari 2021 - Episode 34
Sinopsis Cansu dan Hazal Minggu 31 Januari 2021 - Episode 34

Sisnettv.com - Sinopsis Cansu dan Hazal Minggu 31 Januari 2021 - Episode 34. Dilara menemui Jihan di restorannya, Dilara minta salah satu kantornya untuk bekerja selain itu juga minta agar Jihan mengurus sekolah Hazal karena putrinya itu sudah gak mau lagi disekolah yang lama dan ingin ke sekolah privat seperti Cansu. Jihan pun bertanya pada Dilara "kenapa memecat Gulseren?". 

Dilara pura-pura gak tau, pura-pura gak terlibat namun Jihan yakin bahwa Dilara adalah dalang dibalik pemecatan Gulseren. Alter marah-marah karena ternyata posisi jabatannya di kantor Jihan sudah ditempati orang lain. Gulseren kembali ke rumahnya, Keriman terkejut. Diam-diam Keriman telpon Oskan bahwa Gulseren kembali ke rumah.

BACA JUGA:

Cansu ingin pergi dengan teman-temannya namun Bahtiar (sang supir) gak mau meninggalkannya karena atas perintah Jihan harus terus mengawasi Cansu. Dilara bilang pada Rahmi soal Jihan yang tiba-tiba bertanya soal pemecatan Gulseren. Dilara juga sempat bilang bahwa yang menembak Jihan itu adalah Alter, karena Rahmi mengira yang nembak adalah Oskan.

Rahmi mengambil linggis, lalu menghampiri Alter, kemudian "plaksssss" linggisnya mendarat dimuka Alter. Tentu saja Alter terkapar. Oskan akhirnya kembali ke rumah dan menemui Gulseren. Oskan mengajak Gulseren makan bareng. Oskan ngomong ini itu namun Gulseren nampak dingin, menjauh lalu masuk kamar dan menguncinya dari dalam. 

Oskan minta agar Gulseren minta pintu kamarnya dibuka, Gulseren gak mau membuka pintunya lalu "pyarrrrr", pintu kaca kamarnya dipecah lalu didobrak. Begitu Oskan masuk lalu "plakssss", Gulseren menampar Oskan. 

Gulseren keluar lalu mendekat ke jendela dan mengancam jika Oskan mendekat dia akan lompat. Gulseren terpeleset jatuh genlantungan di jendela namun Oskan menyahut tangannya. Oskan berhasil menyelamatkan Gulseren. namun sayang Gulseren justru marah-marah karena Oskan telah menyelamatkannya. 

Gulseren milih mati ketimbang dekat lagi dengan Oskan. Oskan pun berjanji gak akan mengganggu Gulseren lagi, lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan itu adalah polisi. Ada yang memanggil polisi karena melihat saat Gulseren hampir terjatuh, Polisi mengira ada kekerasan dalam rumah tangga namun Oskan menyangkal dan Gulseren juga gak mengakuinya jadi polisi pergi begitu saja.


0 komentar:

Post a Comment