Home » , , , » Legend of the Blue Sea Indosiar Jumat 12 Juni 2020 - Episode 18

Legend of the Blue Sea Indosiar Jumat 12 Juni 2020 - Episode 18

Posted by Sisnet TV

Legend of the Blue Sea Indosiar Jumat 12 Juni 2020 - Episode 18
Legend of the Blue Sea Indosiar Jumat 12 Juni 2020 - Episode 18
Sisnettv.com - Sinopsis Legend of the Blue Sea Indosiar Jumat 12 Juni 2020 - Episode 18. Shi Ah datang ke rumah sakit dan heran melihat orang-orang malah berbaris pergi. Tae Oh melihatnya dan memanggilnya. Shi Ah memalingkan wajahnya malu karena ingat bagaimana Tae Oh merangkulnya saat dia menangis patah hati.  Ia berusaha bersikap seperti biasa dan melambaikan tangannya. dia bertanya mengapa suasana di sini seperti ini. Tae Oh merangkul pundaknya dan membawanya keluar dari keramaian. 

Setelah mendengar penuturan Tae Oh, Shi Ah merasa kasihan pada Joon Jae. Tae Oh bertanya di mana mobilnya. Shi Ah datang naik bis. Tae Oh menawarkan diri untuk mengantarnya. gak apa-apa. Apa kau mau? Ini sudah malam. namun kau gak boleh berpikiran macam-macam ya. Itu akan membebaniku. Mereka naik bisa yang dipenuhi penumpang anak sekolah. Shi Ah mengeluh mereka sangat berisik. Tae Oh memasangkan headphonenya pada Shi Ah. Lalu dia duduk bersandar dan memejamkan mata. Shi Ah diam-diam tersenyum.

Baca Juga:








Tak lama kemudian Tae Oh tertidur dan gak sengaja bersandar di pundak Shi Ah. Shi ah bergumam Tae Oh sudah memenangkan lotere.  Ia pasti senang kalau tahu dia tertidur di pundakku. dia terus memandangi Tae Oh dan bertanya-tanya bagaimana dia bisa lebih cantik dari perempuan. Ketika sudah tiba di halte tujuannya, dia gak turun karena Tae Oh masih bersandar padanya. 

Joon Jae dan Chung pulang ke rumah. Joon Jae menarik Chung untuk berbaring di tempat tidurnya. Chung berkata Ma Dae Young hilang ingatan namun masih ingat pada puteri duyung. Dalam hal ini. dia lebih baik dari Dam Ryeong yang gak mengingat Se Hwa. Dan juga Joon Jae  Joon Jae membalas Se Hwa berbicara sangat lembut. Senyum dan tindakannya begitu anggun. Hingga dia bertanya-tanya apakah wajah yang mirip menyebabkan sifatnya juga mirip. Chung menggelitik Joon Jae karena sudah mengoloknya. Tentu saja dia sadar sifatnya berbeda dengan Se Hwa. 

Ia kembali serius dan bertanya apakah semuanya benar-benar akan kembali terulang dengan cara yang sama. dia mengaku dia melihat orang lain saat dia menghapus ingatan Ma Dae Young.   Tombak yang membunuh mereka bukanlah tombak yang dilempar Dae Young. dia melihat orang lain yang melemparnya dan dia melihat wajah orang itu. Siapa, tanya Joon Jae. Seseorang yang kita kenal, jawab Chung.

Pengacara Nyonya Kang berkata polisi gak menemukan bukti langsung. gak ada bukti Nyonya Kang memberikan racun pada Presdir Heo. dia menyarankan agar Nyonya Kang hanya menjawab singkat. Jika pertanyaannya gak menguntungkan, dia cukup menjawab gak ingat atau mengeluh sakit. Nyonya Kang berhak diam selama diperiksa. Karena Nyonya Kang ditangkap tanpa surat perintah, maka polisi hanya bisa menahannya selama 48 jam.   Maka itulah yang dilakukan Nyonya Kang selama dia diinterogasi. dia bolak-balik menjawab dia gak tahu, lalu mengeluh kepalanya sakit, menderita gejala panik, gak ingat dan terus menerus meminta makanan. 

Detektif Hong gak menyangka sikap Nyonya Kang akan seperti itu karena dia pikir Nyonya Kang akan mengaku dengan banyaknya bukti. Jika Nyonya Kang mengaku maka dia didiskualifikasi sebagai pewaris dan semua uang warisan akan lenyap. Mungkin itu sebabnya dia begitu bertahan meski ditahan dalam sel. Joon Jae tahu Nyonya Kang akan dibebaskan jika gak mengaku. Detektif Hong membenarkan. Joon Jae keluar dari kantor polisi. gak jauh dari sana Nam Doo melaporkannya pada Chi Hyun. Sore ini Chi Hyun akan menjemput ibunya yang dibebaskan. dia menyarankan malam ini mereka bertindak karena Joon Jae dan polisi gak akan tinggal diam. 

Sore itu Detektif Hong terpaksa membebaskan Nyonya Kang. Chi Hyun menjemputnya dan memandang Detektif Hong dengan angkuh. Nam Doo lalu menjalankan mobilnya. Entah apakah Detektif Hong melihatnya. Joon Jae berjalan ke mobilnya ketika tiba-tiba Nam Doo memukul kepalanya dari belakang. Joon Jae gak sadarkan diri.  Tae Oh sedang memeriksa CCTV ketika dia melihat di layar Nam Doo memukul Joon Jae. dia berteriak kaget. Chung bertanya ada apa. dia melihat layar. Mereka pergi menyusul. Chung bertanya apa Nam Doo gila. Kenapa dia melakukannya. Tae Oh gak ingin Chung ikut karena mungkin berbahaya. Tae Oh, ada sesuatu yang gak kau ketahui. Jika kita berkelahi, kau bahkan gak akan bisa menyelamatkan tulang-tulangmu. Ketahuilah bahwa aku lebih kuat darimu dan cepatlah.

Nam Doo membawa Joon Jae ke sebuah gudang tua. Nyonya Kang dan Chi Hyun sudah menantinya di sana. Joon Jae dalam keadaan terikat. Nam Doo mendudukkannya di kursi. Chi Hyun menyuruhnya mengikat Joon Jae lebih kencang. Nam Doo menurut.  Joon Jae sadarkan diri dan terkejut melihat Nam Doo memperlakukannya seperti itu. Bagaimana bisa Nam Doo memperlakukannya seperti itu.  Kau yang jatuh cinta pada seorang wanita dan berhenti bekerja denganku. Kau yang menkhianatiku. ujar Nam Doo. Aku juga harus mencari uang. Maafkan aku.

Joon Jae berteriak-teriak menyuruh Nam Doo melepaskannya. Nam Doo malah mengeluarkan sepucuk surat. Surat bunuh diri Joon Jae yang akan ditemukan di kamarnya besok. Dalam surat itu tertera Joon Jae bunuh diri karena merasa bersalah telah membunuh ayahnya.  Joon Jae terkejut. Nam Doo lalu menyuntik Joon Jae dengan sesuatu. dia berkata itu adalah acrotin, racun yang sudah membunuh Presdir Heo. Antara 10-30 menit, Joon Jae akan merasa nyaman alias mati. Kau gila, gumam Joon Jae. Karena kau gak mendapatkan warisan dari ayah, itu menjadi motif pembunuhan. Dan karena kau tahu benar denah rumah, kau menyembunyikan bukti di basement kata Chi Hyun. dia berkata gak sulit mengarang cerita. 

Joon Jae berteriak kesakitan. Nyonya Kang menyuruh Chi Hyun dan Nam Doo menunggu di luar. Nam Doo nampak merasa bersalah namun dia pergi bersama Chi Hyun.  Joon Jae bertanya apakah Nyonya Kang pikir dia akan melepaskannya begitu saja. Nyonya Kang berkata orang mati gak bisa berbicara. Seperti ayah Joon Jae. 

Bagaimana bisa kau melakukan itu pada Ayah? Ayah sangat baik padamu. seru Joon Jae. Dan aku gak baik?! Tujuh belas tahun! Aku menjalani 17 tahun berpura-pura menjadi orang terdekat Heo Il Joong dan aku sangat baik melakukannya. namun ketika waktunya tiba untuk mewariskan kekayaannya dia hanya mencari darah dagingnya sendiri. Joon Jae bertanya itukah sebabnya Nyonya Kang membunuh ayahnya. Nyonya Kang mengaku dia membunuh Presdir Heo. namun Presdir Heo memang sedang sekarat. Sebenarnya racun itu gak dia berikan hanya dalam waktu 1-2 hari.

Ternyata dia memasukkan racun itu sedikit demi sedikit dalam minuman dan makanan Predir Heo. Hingga Presdir Heo kecanduan dalam jumlah kecil namun sama sekali gak tahu. Hidupnya gak akan melewati 1 tahun lagi. namun karena dia mengatakan ingin membuat wasiat, aku mengirimnya lebih cepat. Kau membunuh suami-suami terdahulu seperti itu juga, bukan? Kang Ji Yeon, Nyonya Kang tersenyum membenarkan. namun gak ada seorangpun yang tahu meski sudah 20 tahun berlalu. Mungkin 20 tahun lagi juga gak ada yang akan tahu dia membunuh Joon Jae dan ayahnya. dia tertawa.


0 komentar:

Post a Comment