Home » , » Legend of the Blue Sea Indosiar Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 19

Legend of the Blue Sea Indosiar Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 19

Posted by Sisnet TV

Legend of the Blue Sea Indosiar Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 19
Legend of the Blue Sea Indosiar Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 19
Sisnettv.com - Legend of the Blue Sea Indosiar Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 19. Di rumah, Joon Jae berkata ibunya akan pindah ke rumahnya dan akan menggunakan kamarnya. Itu artinya ia gak punya kamar meski ia pemilik rumah.   Jadi kau dan aku akan satu kamar. namun setelah kupiikir-pikir, gak perlu menunggu sampai ibu pindah ke sini. Benar kan? Apa sebaiknya aku naik? jawab Chung singkat sambil menutup pintu kamar atas. Joon Jae yang sudah di tengah tangga terpaksa turun kembali. Ia mengomel belum lama ini Chung yang selalu turun ke kamarnya meski ia melarangnya. Ia sudah berubah, keluhnya. 

Chung mendengar omelan Joon Jae namun gak membuka pintu kembali. Ia malah menyalakan lagu keras-keras. Lalu memegang dadanya yang terasa sakit. Joon Jae mendengar suara lagu itu dan curiga ada yang gak beres. Yoo Ran pindah ke rumah Joon Jae. Jin Joo mengantarnya dan membawakan barangnya. Yoo Ran berterimakasih lalu masuk ke rumah tanpa mengundang Jin Joo masuk. Jin Joo kecewa namun apa mau dikata.

Baca Juga:

Sinopsis Inayah ANTV Sabtu 12 Juni 2020 - Episode 60

Sinopsis Pesantren Rock N Dut Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 13.

Sinopsis Titipan Ilahi ANTV Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 13.

Sinopsis Insya Allah Surga Tingkat 2 Sabtu 13  Juni 2020 - Episode 44

Sinopsis Saraswati Chandra Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 13

Legend of The Blue Sea Indosiar Episode Terakhir Tamat

Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Episode 1 - Tamat

Sinopsis Cinta Suci Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 34

Sinopsis Magic Tumbler SCTV Sabtu 13 Juni 2020

Ramalan Zodiak Sabtu 13 Juni 2020

Sinopsis Meri Durga ANTV Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 82

Legend of the Blue Sea Indosiar Sabtu 13 Juni 2020 - Episode 19

Ia pulang ke rumah. Suaminya berkata sepatu Yoo Ran ada yang tertinggal. Jin Joo kembali senang. Sekarang ia memiliki alasan untuk masuk ke dalam rumah si pewaris (Heirs).  Yoo Ran terkejut melihat Jin Joo balik lagi membawa sepatunya. Padahal sepatu itu ia tinggalkan karena gak akan dipakainya lagi. Jin Joo berkata ia harus menggunakan kamar kecil. Sementara suaminya mengeluh haus. Terpaksa Yoo Ran mempersilakan mereka masuk. 

Keduanya terkagum-kagum melihat rumah yang modern dan besar itu. Mereka ingin bertemu dengan Joon Jae karena gak sempat menyapa saat pemakanman Presdir Heo kemarin. Yoo Ran gak keberatan dan pergi ke dapur untuk membuat teh. Pada saat itulah Joon Jae, Nam Doo, dan Chung berjalan ke ruang tamu sambil mengobrol. Jin Joo dan suaminya terkejut. Ayah Goo Baek (panggilan Jin Joo untuk Nam Doo karena anjingnya bernama Doo Baek)?! Jay Kim?

Joon Jae dan Nam Doo kebingungan melihat Jin Joo memergoki mereka. Chung bertanya apakah ia bisa berbicara dengan Jin Joo dan suaminya. Ia berkata ada yang harus ia katakan pada mereka berdua. Nam Doo gelisah ketahuan oleh Jin Joo dan suaminya. Sementara Joon Jae lebih tenang karena sepertinya ia tahu apa yang akan dilakukan Chung.  Benar saja, ketika mereka bertiga keluar dari kamar, Jin Joo dan suaminya gak mengenali Joon Jae dan Nam Doo. Chung sudah menghapus ingatan akan mereka. Mereka hanya mengira Joon Jae sebagai putera Yoo Ran dan Nam Doo adalah temannya. Ia juga gak ingat pertemuan pertamanya dengan Chung maupun pertemuan selanjutnya di rumahnya. Tapi...aku...merasa pernah melihatmu sebelumnya. Wajahmu terasa familiar. Kita pernah bertemu, kan? Dubai?

Semua terdiam. Kita kan belum pernah ke Dubai, kata suaminya. Untungnya Jin Joo gak memperpanjang ingatannya yang muncul tiba-tiba itu. Mereka pun berpamitan. Joon Jae, Nam Doo, dan Chung membicarakan peristiwa tadi. Nam Doo takjub Chung bisa menghapus ingatan. Ia sadar Chung juga telah menghapus ingatannya waktu itu. Juga ingatan Joon Jae di Spanyol. Joon Jae memperingatkan agar Nam Doo gak mengatakan hal ini ke orang lain. 

Nam Doo mengabaikan kata-kata Joon Jae. Ia mengajak Chung bekerja sama menghapus ingatan Bill Gates lalu mereka akan jadi miliarder kelas dunia. Chung berkata ia gak mau melakukan hal yang membuat mereka sibuk. Jika mereka sibuk, ia gak akan ada waktu bertemu dengan Joon Jae. Joon Jae sangat senang mendengarnya. Chung, aku mengatakannya dengan tulus. Jika kau putus dengan Joon Jae, kau harus datang padaku. Aku akan menjadi nomer 2, oke? Nam Doo mendekati Chung sambil bergurau. Joon Jae langsung mendorongnya menjauh. Mereka kejar-kejaran tanpa menyadari Chung tiba-tiba memegang dadanya yang terasa sakit. Nam Doo yang pertama kali melihatnya dan menanyakan keadaannya. Apa karena Chung terlalu awal keluar dari rumah sakit? Joon Jae mengkhawatirkannya namun Chung gak mengatakan apapun.

Sejak itu Joon Jae diam-diam mengawasi Chung. Meski Chung terus tersenyum, namun Joon Jae tahu Chung sebenarnya kesakitan.   Hingga suatu ketika Chung menemukan rumah sepi, hanya ada Joon Jae sedang memasak di dapur. Melihat wajah serius Joon Jae, Chung menyadari apa yang akan dibicarakan Joon Jae dengannya. Joon Jae beralasan kondisi Chung sedang gak sehat jadi sebaiknya mereka berpesta berdua di rumah. Meski hanya makan di rumah, Chung berdandan dengan sangat cantik. 

Mereka makan dalam keheningan. Chung menawarkan agar mereka minum bersama. Joon Jae menolak. Jika aku minum (dan mabuk), kurasa aku akan memintamu untuk tetap tinggal, kata Joon Jae murung. Jika ada cara lain, katakan padaku. Kumohon, katakan ada cara lainnya. Setelah operasi, kau jarang makan. Kau gak bisa tidur dan menahan rasa sakitmu. Apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus...melihatmu pergi (meninggal)? Chung gak menjawab. Joon Jae memakaikan gelang giok Dam Ryeong ke tangan Chung. Ia bertanya apakah Chung akan baik-baik saja jika Chung kembali ke laut. Apakah Chung akan jadi sehat? Chung menatap Joon Jae.


0 komentar:

Post a Comment