Home » , , » Sinopsis Cinta Suci Selasa 16 Juni 2020 - Episode 37

Sinopsis Cinta Suci Selasa 16 Juni 2020 - Episode 37

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Cinta Suci Selasa 16 Juni 2020 - Episode 37
Sinopsis Cinta Suci Selasa 16 Juni 2020 - Episode 37
Sisnettv.com - Sinopsis Cinta Suci Selasa 16 Juni 2020 - Episode 37. Malam itu Marcel dan Adit bersama memasuki rumah penduduk desa yang menyelamatkan suci. Marcel kemudian mendatangi Suci yang terbaring di atas kasur lengkap dengan perbannya.

Suci mulai menggerakkan kepalanya, kesadarannya memulih. Marcel berdiri tersenyum di depannya. Suci membuka mata, "Marcel??" mulutnya pun ikut menganga seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Baca Juga:

Sinopsis Pesantren Rock N Dut Selasa 16 Juni 2020 - Episode 16

Sinopsis Inayah ANTV Selasa 16 Juni 2020 - Episode 63

Sinopsis Titipan Ilahi ANTV Selasa 16 Juni 2020 - Episode 16

Sinopsis Insya Allah Surga Tingkat 2 Selasa 16 Juni 2020 - Episode 47

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Senin 15 Juni 2020 - Episode 1

Sinopsis Dari Jendela SMP SCTV Episode 1 - Tamat

Sinopsis Saraswati Chandra Selasa 16 Juni 2020 - Episode 16

While You Were Sleeping Indosiar Selasa 16 Juni 2020 - Episode 1

Legend of The Blue Sea Indosiar Episode Terakhir Tamat

Ramalan Zodiak Selasa 16 Juni 2020

Sinopsis Yeh Teri Galiyan Selasa 16 Juni 2020 - Episode 107

Sinopsis Meri Durga ANTV Selasa 16 Juni 2020 - Episode 85

Namun benarkah pertemuan mereka terjadi atau hanya sebatas mimpi? Adegan kemudian berlanjut ke Ronny yang sedang berdiri di depan rumah. Rumah yang sudah dipenuhi hiasan ulang tahun. Balon, bunga, lampu-lampu, begitu indah dan meriah.

Ronny yang berdiri di depan meja yang sudah tersedia kue tar itu tampak sedih. ia mengenang bagaimana biasanya ia merayakan ulang tahun bundanya.

Sebuah jam weker biru Doraemon terpampang di sebelah kue.
Yes!" Ronny mengepalkan tangan tanda bahagia. "Udah jam dua belas!" kemudian ia menyalakan lilin di atas kue tadi.

Sambil ia pandangi lamat-lamat foto ibu yang paling ia sayangi itu, Ronny mengucapkan selamat ulang tahun. Pipi mungilnya merekah tanda bahagia.

Sayang sungguh sayang, kebahagiaan itu sirna sedetik kemudian.

"Kayaknya ayah udah lupa deh sama ulang tahunnya Bunda. Ayah juga nyuruh Ronny lupain Bunda. Tapi Ronny kangeeen banget sama Bunda," Ronny tundukkan kepala.

Dua tangan lembut mendadak memeluknya dari belakang.

"Terima kasih ya, Nak," Suci.

Suci rekahkan senyum meski kagetkan putra sematawayangnya itu. Ronny yang tak bisa membendung kerinduan pun langsung memeluk Suci.

"Bunda kok bisa ada di sini sih?"

Kebahagiaan malam itu terjadi sudah, keduanya meniup lilin yang sedari tadi menyala. Benarkah kali ini juga bukan mimpi?


0 komentar:

Post a Comment