Home » , , , » Sinopsis Faith Indosiar Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 12

Sinopsis Faith Indosiar Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 12

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Faith Indosiar Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 12
Sinopsis Faith Indosiar Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 12
Sisnettv.com - Sinopsis Faith Indosiar Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 12. Ki Chul memeriksa kotak berisi barang-barang Hwata. Semua masih di sana. Ki Chul sadar Choi Young mengincar diari itu. Artinya diari itu sangat penting.

Mister poni dan Hwasuin berpendapat penyusup itu tahu kalau Ki Chul akan pergi malam ini. Ki Chul memang selalu pergi di malam hari pada waktu yang sama tiap bulannya. Mungkinkah mereka hendak mencuri saat Ki Chul tak ada?

Baca Juga:

Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 27 Juni 2020.

Sinopsis Inayah ANTV Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 74

Sinopsis Pesantren Rock N Dut Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 27

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 13

Sinopsis Bukan Salah Cinta Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 6

Sinopsis Tawakal ANTV Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 3

Sinopsis Titipan Ilahi ANTV Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 27

Sinopsis Insya Allah Surga Tingkat 2 Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 58

Sinopsis Anak Band SCTV Episode 1 - TAMAT

Sinopsis Saraswati Chandra Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 27

Sinopsis Faith Indosiar Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 12

Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 12

Ramalan Zodiak Sabtu 27 Juni 2020

Sinopsis Yeh Teri Galiyan Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 118

Sinopsis Meri Durga ANTV Sabtu 27 Juni 2020 - Episode 96

Tapi Ki Chul berpendapat Choi Young adalah orang yang pintar. Mencuri di saat ia tak ada sangatlah tak menarik (bukan gaya Choi Young). Ki Chul tertawa, ia mengerti. Arti dari penyusupan ini adalah Ki Chul sebaiknya membawa diari itu dan menemui Choi Young diam-diam, atau bersiaplah dicuri. Ki Chul menerima tantangan Choi Young, ia akan menemui Choi Young dengan diari itu.

 Choi Young dalam perjalanan menemui Ki Chul. Pria melambai hendak ikut namun Choi Young menghalanginya. Hehe…lucu juga melihat orang ini bergelayut terus pada Choi Young. Choi Young meminta pria itu bersembunyi dan tak ikut campur tak peduli apapun yang terjadi. Alasan ia meminta bantuan pria melambai itu adalah untuk menemukan suatu benda dan mengantarkan benda itu pada seseorang.

Jadi rencana Choi Young adalah bertempur habis-habisan dengan Ki Chul. Walau ia pasti kalah namun Ki Chul pun mungkin akan terluka. Pada saat itulah si pria melambai harus mengambil diari Hwata dari Ki Chul dan menyerahkannya pada Eun Soo.

Sementara itu Eun Soo memacu kudanya kembali. Ia tak jadi pergi ke gerbang langit. Choi Young menanti kedatangan Ki Chul. Ki Chul muncul bersama empat orang pasukannya. Pasukan itu menyerang Choi Young. Dengan mudah Choi Young menghabisi mereka (aku sempat bertanya-tanya untuk apa Ki Chul membawa pasukan, cuma 4 orang lagi :p).

Mayat para pasukan itu tiba-tiba hilang tak berbekas. Demikian juga darah di pedang Choi Young. Choi Young menyerang Ki Chul. Walau bagaimanapun Choi Young bukanlah tandingan Ki Chul. Ia terkena sabetan pedang Ki Chul di bagian tangan dan perut. Namun Choi Young tak menyerah. Ia kembali menyerang. Ki Chul berhasil mengalahkan Choi Young dan menekan pedangnya ke pundak Choi Young. Choi Young dipaksa berlutut.

Choi Young berusaha bangkit berdiri dan kembali menyerang namun Ki Chul berkelit hingga Choi Young berada di depan Ki Chul, memegangi pedang Ki Chul dengan tangan kosong di depan lehernya. Choi Young lalu mengambil pedangnya dan menghujamkan pedang itu ke perutnya, menembus ke perut Ki Chul yang berdiri di belakangnya.

Choi Young terbangun, semua itu hanya mimpi. Eun Soo melihat Dae Man duduk di pinggir jalan. Ia bertanya di mana Choi Young. Dae Man gelagapan, Choi Young tadi menyuruhnya tak mengikutinya. Eun Soo bertanya Choi Young pergi ke arah mana. Ia tak sabar menunggu jawaban Dae Man dan berlari pergi. Ia bahkan sempat terjatuh. Namun Eun Soo tak peduli, ia terus berlari.

Ki Chul muncul. Ia datang sendirian. Ki Chul berkata ia telah mendengar Choi Young datang menemuinya dengan mempertaruhkan nyawa. Choi Young menyadari Ki Chul masih menaruh mata-mata di istana. Ia berkata hanya dengan mempertaruhkan nyawa barulah ia bisa membunuh Ki Chul. Mereka berjalan saling mendekat sambil berbicara. “Mengapa kau begitu ingin membunuhku?” tanya Ki Chul.

Choi Young berkata ia dengar ada komplotan pembunuh memasuki ibukota. Ia menebak Ki Chul yang memanggil mereka. Ki Chul dengan jujur mengakuinya. Choi Young bertanya apakah Ki Chul benar-benar akan membunuh semua orang yang mendatangi Raja. Ki Chul membenarkan. Meski itu lusinan atau ratusan orang? Ki Chul tertawa, ia tak menyangka Choi Young orang yang sentimental. Bagaimana bisa Choi Young menjadi pejuang dengan kelembutan seperti itu?

Choi Young bertanya sebenarnya apa yang Ki Chul inginkan hingga tak mempedulikan begitu banyak nyawa. Ki Chul menyuruh Choi Young menebak alasannya. Choi Young menebak alasannya bukan hanya untuk mendapatkan kepatuhan Gong Min, pasti ada yang lebih dari itu. Jika begitu, dunia akan lebih baik tanpa adanya Ki Chul.

Ki Chul tak menyangkal. Ia bertanya jebakan apa yang Choi Young telah persiapkan untuk dirinya. Choi Young menjawab ia tak menggunakan jebakan.

“Jadi pada akhirnya kau bermaksud untuk mati?”
“Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya. Apa kau membawa buku tabib langit?”
“Aku membawanya.”

Itu sudah cukup bagi Choi Young. Ia maju menyerang Ki Chul. Ki Chul berhasil berkelit dari seranggan-serangan Choi Young dan melukai tangan Choi Young. Choi Young terus menyerang. Ki Chul berhasil menyabet perut Choi Young. Seperti mimpinya. Teringat mimpinya, Choi Young berpikir untuk menggunakan serangan yang sama. Berhasil, mereka berada pada posisi yang sama seperti dalam mimpi Choi Young. Choi Young siap menghujamkan pedang ke perutnya. namun Ki Chul bisa membaca gerakan Choi Young, ia melepas Choi Young.

Mereka lalu adu kekuatan naegong. Ki Chul mendorong Choi Young. Menghadapi orang yang berani mati seperti Choi Young  tampaknya tak akan menguntungkan bagi Ki Chul. Choi Young melihat tangannya yang kaku karena naegong Ki Chul. Ki Chul siap menyerang kembali. Choi Young juga. Mereka berlari dari arah berlawanan. Tiba-tiba Eun Soo berdiri di tengah mereka. Ia mengacungkan pisau dan menyuruh mereka berhenti.

Ki Chul menyuruh Eun Soo menyerahkan pisau yang dipegangnya karena berbahaya. Eun Soo malah menaruh pisau itu di lehernya. Ia mengancam sebagai tabib langit ia tahu bagian mana yang harus ia iris agar kematiannya langsung dan tak menyakitkan. Ki Chul tak percaya Eun Soo berani membunuh diri. namun Eun Soo malah balik bertanya apakah Ki Chul hendak membunuhnya. Bukankah sama saja ia akan mati? Ki Chul berkata setidaknya Eun Soo harus menjawab pertanyannya agar ia memiliki alasan untuk membiarkan Eun Soo tetap hidup.

Ki Chul bertanya kapan ia akan mati. Eun Soo menjawab sekitar 4-5 tahun lagi.
“Di tangan siapa aku mati?”

Eun Soo tak bisa menjawab. Ki Chul bertanya apakah Gong Min masih menjadi raja setelah ia mati. Eun Soo membenarkan. Ki Chul yakin yang membunuhnya adalah Gong Min.

“Bukankah kau bertanya padaku apa alasanku melakukan semua ini?” ujar Ki Chul pada Choi Young.

Ia berkata ia sedang menguji apakah ia bisa mengubah sejarah. Jika ia bisa mengubah sejarah menjadi berbeda dengan apa yang dikatakan Eun Soo, pada saat itulah mereka akan membicarakan hal ini lagi. Namun sebelum ia bisa mengubah sejarah, ia meminta Eun Soo berhati-hati menjaga diri. Ki Chul meninggalkan mereka.

Baca Selanjutnya Sinopsis Faith Indosiar Minggu 28 Juni 2020 - Episode 13

0 komentar:

Post a Comment