Home » , » Sinopsis Istri Kedua SCTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 63

Sinopsis Istri Kedua SCTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 63

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Istri Kedua SCTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 63
Sinopsis Istri Kedua SCTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 63
Sisnettv.com - Sinopsis Istri Kedua SCTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 63. Bapaknya Luna menelpon Luna berkali2 namun tidak di angkat oleh Luna, Dia bingung kenapa Luna belum juga transfer uang padahal dia udah bikin Sakila drop dan Luna sudah jadi ratu semalaman  di acara pesta semalam. Dia pengen datang kerumah Luna namun dia mikir lagi dia nanti bakal di introgasi Arsa dan Bu Maya, akhirnya dia memutuskan untuk ke kantor Luna saja.

Dewi di temani Arumi pergi ke dokter memeriksakan Angga, Dokter bilang kalau Angga secara fisik baik dan semua organ tubuhnya bagus. Namun kata Dokter,hanya Psikiater yang dapat mengetahui keadaan Angga. Dewi kaget sekali dengan keadaan suaminya.

Baca Juga:

Bawang Putih Berkulit Merah Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 113

Sinopsis Inayah ANTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 116

Sinopsis Belenggu Dua Hati Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 2

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Jumat 7 Agustus 2020

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 329

Dari Jendela SMP SCTV Jumat 7 Agustus 2020

Sinopsis Tersanjung ANTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 5

Magic Tumbler Season 3 Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 7.

Sinopsis Chandrakanta Episode 4 - Jumat 7 Agustus 2020.

Sinopsis Saraswati Chandra Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 68

Ramalan Zodiak Jumat 7 Agustus 2020

Sinopsis Meri Durga ANTV Jumat 7 Agustus 2020 - Episode 137

Bapaknya Luna datang ke kantor Luna namun dia tidak menemukan Luna di sana. Bahkan kata karyawan kantor,ruangannya Luna sudah terkunci. Bapaknya Luna merasa pasti Luna menghindari dia karena punya hutang padanya.

Pak Ilham memberikan berkas pada Feby kalau Feby harus sidang di oengadilan, feby meminta pak Ilham membantunya mencarikan pengacara. Pak Ilham bilang kalau tidak ada oengacara yang bisa bantu Feby. Feby bilang kalau dia keponakan pak Ilham masa gak bisa bantu, lalu pak Ilham bilang kalau Feby mau bantu handle rumah sakit yang akan di dirikannya maka pak Ilham juga akan bantu Feby, akhirnya Feny menyetujui permintaan Pak Ilham.

Pak Ilham mengajak Feby ke makam ibunya, pak Ilham bilang kalau ibunya Feby meninggal karena kanker. Sebab itulah pak Ilham meminta Feby bantu dia untuk handle rumah sakit kanker yang akan ia dirikan nanti bersama dokter Rian. Feby menangis karwna obunya sakit dia tidak tau, pak Ilham bilang kalau ibunya tidak memberi tau Feby tentang penyakitnya karena tidak mau kuliah Feby terganggu.

Feby merasa bersalah banget,lalu pak Ilham mengajak Feby pulang.Feby menangisi mamanya yang sudah meninggal karena kanker dan tidak memberitau dirinya tentang penyakit itu. Feby memutuskan untuk bantu orang2 yang kena kanker seperti mamanya. Dia mendatangi Dokter Rian di rumah sakit, dokter Rian tanya kenapa Feby datang. Feby bilang kalau dia mau minta maaf, Feby mengajak Dokter Rian bicara penting namun dokter Ryan menolak karena dia sibuk banyak pasien, lalu Dokter Ryan pergi meninggalkan Feby. Akhirnya Feby memutuskan untuk menunggu Dokter Ryan sampai selesai.

Sampai di Psikiater,Angga gak mau masuk. Lalu Arumu bilang ke Angga kalau ada Arumi dan Dewi disitu yang temenin. Dokter bilang kalau kondisi Angga agak terganggu, Dokter meminta Dewi untuk membujuk Angga. Dewi menangis di pelukan Arumi,dan memminta maaf kalau dia bakal sering ngrepotin Arumi. Karena hanya Arumi yang bisa bujuk Angga.

Luna memberikan hadiah pada anak2, Sakila melihat itu dan dia datang memghampiri mereka. Arsa bilang ke Sakila kalau barusan belanja dan sekalian beli untuk anak2. Luna menjawab kalau gak enak jika hanya Luna saja yang dapat hadiah mewah, anak2 juga harus dapat. Tiba2 Araa mengambil kotak hadiah yang ia berikan pada Sakila, Sakila senneg sekali namun Luna tampak tidak suka. Arsa bilang kalau dia sudha makan siang di luar bersama Luna, Sakila lalu cepat2 masuk ke kamar dan Arsa mengikutinya dari belakang. Luna cengar cengir ketawa melihat Sakila sedih.


0 komentar:

Post a Comment