Home » , , » Sinopsis Samudra Cinta SCTV Kamis 6 Agustus 2020 - Episode 328

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Kamis 6 Agustus 2020 - Episode 328

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Kamis 6 Agustus 2020 - Episode 328
Sinopsis Samudra Cinta SCTV Kamis 6 Agustus 2020 - Episode 328
Sisnettv.comSinopsis Samudra Cinta SCTV Kamis 6 Agustus 2020 - Episode 328. Feri membawa Wening masuk kamar lagi. Pak Feri menggendong dan membekap mulutnya. Wening terus meronta-ronta. Dia pegang tangan Wening erat dan bilang Samudra dan Cinta sudah menikah, dan mereka bahagia.

Vina di kamarnya di rumah kontrakan Andra, mondar-mandir cemas. "Gawat! Di mana bayi itu! Bagaimana juga aku harus temui dia! Bayi itu kan nilainya 10 miliar! Mana bisa aku kehilangan dia?"


Linda dan Neni di vila Papa Neni. Neni telepon tanya, "Bagaimana jadi party gak sih Vin? Kok lo belum datang juga sampai sekarang? Gue sama Linda sudah
siap nih dan kita juga udah siapin makanan yang banyak."

Cinta bangun di pelukan Samudra dan melihat Samudra masih tidur. Cinta nampak mencium pipi Samudra dengan lembut buat bangunkan. Samudra melek, Cinta bilang,"Sudah subuh Bucin. Badan kamu gimana? Udah enakan?"

Ariel membuka pintu mau berangkat ke franchise. Sambil heran dia tanya, "Papa ke mana sebenarnya? Sudah beberapa hari enggak pulang, aku cari ke franchise gak ada,HP juga mati terus enggak bisa dihubungi."

Samudra dan Cinta turun dari taksi, tiba depan tempat kemping. Sam ajak cinta menyelinap lewat samping biar enggak ketahuan. Dia akan antar Cinta ke tendanya dulu baru ia balik ke tenda sendiri.

Gio melarang Samudra mengikuti semua kegiatan camping, dia juga bilang kalau masalah Cinta dia yang akan tanggung jawab. Samudra ngeyel mau ikut karwna dia cemburu sama Gio. Samudra menelpon Cinta, Cinta bilang kalau dia sedang bersama bu Lila. Bu Lila memasak untuk Cinta. Lalu Cinta bilang ke Bu Lila kalau dia ada urusan dan harus pergi, sebelum Cinta pergi dia berpelukan dengan bu Lila. Lalu bu Lila memberwskan tenda Cinta yang berantakan.

Doni berkelahi dengan 2 preman yang menculik anaknya pak Feri,Doni meminta bagian namun ke2 preman utu tidak memberikan karena Doni sudah banyak melakukan kesalahan. Kepala Doni di tutup pakai plastik sampah,dan ke2 preman itu kabur. Doni mengejar mereka berdua,lalu berkelahi lagi memperebutkan tas yang berisi uang tebusan dari pak Feri. Ke2 preman itu kalah dan setuju kalau uang itu akan mereka bagi dnegan Doni.

Vina melihat Doni berkelahi memeperebutkan tas itu, lalu Vina mencuri tas itu. Pada saat preman itu mau ambil tas itu ternyata tasnya hilang. Mereka berpencar mau mencari tas itu. Vina kabur dan sembunyi di bak mobil, setelah aman Vina mengambil uang itu dan memasukkannya ke dalam kantong plastik sampah. Lalu tas nya dia buang di jalanan.

Andra sedang berjalan mondar mandir dan tiba2 kakinya menabrak tas yang di buang Vina, andra mengambil tas itu. Doni melihat Andra membawa tas itu, Andra memanggil Andra dan akan merebut tas itu, dia bilang kalau itu uang Doni. Andra kaget dan bingung karena tas itu sudah kosong.  Akhirnya mereka berkelahi.  Andra kalah dan pingsan, Doni memanggil2 Andra dan tidak juga bangun.

Cinta menemui pak Gio,dia bilang kalau tadi malam itu yang nyelinap itu bukan cuma Samudra tapi cinta juga ikut jadi seharusnya bukan cuma Samudra kena hukuman. Pak Gio bilang kalau laki2 dan perempuan melakukan kesalahan maka laki2 yang bertanggung jawab. Cinta menemui Samudra dan bilang kalau pak Gio tidak mengijinkan Cinta di hukum bersama Samudra.

Pada saat Samudra di tempat Camping tiba2 bu Wening dan Pak Feri datang, Samudra kaget sekali kalau mamanya masih hidup. Pak Feri meminta maaf karena selaman ini sudah menutupi kalau bu Wening masih hidup. Bu Wening cerita ke Samudra kalau pak Feri yang mencelakai Bu Wening, pak Feri sekongkol dengan bu Lila karwna untuk menutupi kalau Cinta adalah anaknya Lila. Bu Lila meminta Samudra menceraikan Cinta, Samudra tidak mau menceraikan Cinta dia memohon pada mamanya untuk tidak menyuruh Samudra menceraikan Cinta. Dan ternyata semua itu hanya Pak Feri yang berhalusinasi.


0 komentar:

Post a Comment