Home » , , , » Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 184

Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 184

Posted by Sisnet TV

Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 184
Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 184

Sisnettv.comBawang Putih Berkulit Merah Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 184. Ana minta maaf selama ini merepotkan. Bahkan Ana bilang kalau mamanya bulu hamil tanpa suami, dan bapak mendekatinya demi harta. Ana minta maaf sehingga bapak meninggalkan bu Nora. 

Mitha bilang kalau ini bukan salah Ana. Bu Nora juga mengatakan kalau ini takdir. Ana gak boleh menyalahkan diri sendiri. Denis juga kasih semangat ke Ana, dia menyuruh Ana hadapi masalah ini sampai selesai. 

Baca Juga:

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 416-417

Sinopsis Inayah ANTV Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 187

Sinopsis Hati Yang Terluka Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 6

Sinopsis Radha Krishna Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 6

Sinopsis Anak Band Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 26-27

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 204-205

Sinopsis Perempuan Pilihan Senin 19 Oktober 2020 - Episode 32

Sinopsis Dari Jendela SMP Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 147

Sinopsis Cinta Tapi Benci Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 27

Sinopsis Chandragupta Maurya Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 32

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 30

Ramalan Zodiak Sabtu 17 Oktober 2020

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 25 Sabtu 17 Oktober 2020

Sinopsis Chandra Nandini Sabtu 17 Oktober 2020 - Episode 15

Sinopsis Uttaran ANTV Episode 10 - Sabtu 17 Oktober 2020

Denis memberikan no telpon Ayah Ana. Denis menyuruh Ana telpon Ayah Ana, dan tanya kenapa dia tiba-tiba muncul. Denis menyuruh begitu biar semua tahu, Denis juga mengatakan bagaimanapun Ana dan pria itu sedarah. 

Ana melakukan tes kehamilan, dan ternyata hasilnya negatif. Ana mengatakan Denis pasti sedih kalau melihat hasilnya ini. Denis di luar kamar, dia menunggu Ana kok lama. Denis lalu masuk kamar, dia melihat Ana menangis. 

Denis tanya kenapa Ana menangis, Ana sedih dan bilang kalau sudah berusaha selama 1 tahun dan ke 4 dokter. Denis bilang kalau dia dapat info dari teman kalau ada dokter kandungan bagus. Ana seperti sudah menyerah, namun Denis kasih semangat ke Ana.

Vina tanya kenapa kopinya Jeremi tidak diminum. Jeremi bilang kalau memikirkan kerjaannya. Jeremi bilang bulan ini hanya 4 kasus. Dan kepercayaan klien menurun. Jeremi memikirkan gaji karyawan dan sewa gedung. Vina menawarkan pakai uangnya, namun Jeremi gak mau, dia mau berusaha cari uang. 

Iklan Dibawah

0 komentar:

Post a Comment