Home » , , » Sinopsis Anak Band Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 22-23

Sinopsis Anak Band Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 22-23

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Anak Band Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 22-23.
Sinopsis Anak Band Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 22-23.

Sisnettv.comSinopsis Anak Band Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 22-23. Di rumah papanya Gilang, Erick, Gilang terlihat sarapan sambil melamun. Miranda meminta Gilang untuk makan yang benar, semalam Gilang pasti pulang malam.  Bima yang duduk di sini, bilang ke Gilang, "Lo harus makan, lo harus sehat."

Di taman, Shelia terlihat sedang bersama dengan Raka. Raka nampak syok banget jadi ayahnya Gilang yang menabrak ibunya Aya. Sheila membenarkan dan bilang Raka egak perlu bilang The Junas lainnya.

Baca Juga:

Bawang Putih Berkulit Merah Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 182

Sinopsis Inayah ANTV Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 185.

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 414

Sinopsis Radha Krishna Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 4

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 200-201.

Sinopsis Hati Yang Terluka Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 4

Sinopsis Perempuan Pilihan Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 30

Sinopsis Dari Jendela SMP Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 145

Sinopsis Cinta Tapi Benci Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 25

Sinopsis Chandragupta Maurya Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 30

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 28

Ramalan Zodiak Kamis 15 Oktober 2020

Sinopsis Uttaran ANTV Episode 8 - Kamis 15 Oktober 2020

Sinopsis Chandra Nandini Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 13

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 23 Kamis 15 Oktober 2020

Sinopsis Ishq Mein Marjawan Kamis 15 Oktober 2020 - Episode 22

The Junas tampak persiapan mau latihan, dan Gilang yang masih bete datang. Dion di sini lagi telepon Wijaya, Dion bilang mereka lagi persiapan kok, Pak Wijaya jangan banyak pikiran, dan Gilang di sini.

Di rumah Rahman. Aya sedang melamun, dan Rahman menyuruh Aya untuk jangan melamun. Vina yang mendekat malah memarahi Aya, bukannya melamun lebih baik Aya itu banyak cari kerja. Di jalanan dekat rumah Cahaya, Cahaya dan Lala tampak jalan berdua. Cahaya bilang ke Gilang ke Lala ia minta maaf kalau dia ajak Lala keluar, pakai bilang mau kerja segala. 

Aya lalu bilang dia pusing. Di seberang jalan ternyata Raka memperhatikan mereka. Raka telepon Sheila. Raka bilang kalau ia lagi mau ke rumah Aya, dan malah bertemu  Cahaya dan Gilang yang ketemu di pinggir jalan dan malah pergi.

Di rumah Rahman. Rahman bilang apa sekarang waktunya ia menghubungi orang tua kandung Cahaya? Mungkin dengan keberadaaan orang tua kandung Cahaya, Cahaya bisa melupakan Gilang. Rahman bilang kalau ia yakin ini adalah ibu kandung Cahaya, Rahman ambil di lemari selimut bayi Cahaya. Rahman menelepon seseorang.

Raka memperhatikan Gilang dan Cahaya yang ngobrol. di atas gedung tua. Terdengar kalau Gilang meminta Aya untuk memaafkan Papanya, Erick, karena itu sebuah kecelakaan. Sheila nampak datang dengan mobilnya.


0 komentar:

Post a Comment