Home » , , » Sinopsis indah Pada Waktunya Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 2

Sinopsis indah Pada Waktunya Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 2

Posted by Sisnet TV

Sinopsis indah Pada Waktunya Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 2
Sinopsis indah Pada Waktunya Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 2

Sisnettv.comSinopsis indah Pada Waktunya Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 2. Marisa berdebat dengan temannya. Marisa dibilang kacang lupa kulitnya, namun Marisa malah mengatakan kalau orang itu telah jahat ke dirinya dengan membuang anaknya. Marisa dorong-dorongan dan pergi. 

Di tempat lain, Salma sedang sarapan sebelum berangkat kerja. Dia mengingatkan ibunya kalau nanti jadwal check up ke rumah sakit. Ibunya bilang ingat, bahkan saat Salma mengatakan mau temanin, dia gak mau. Salma disuruh percaya pada ibunya. 

BACA JUGA:

Sinopsis Inayah ANTV Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 189

Bawang Putih Berkulit Merah Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 187

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 420

Sinopsis Hati Yang Terluka Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 9

Sinopsis Ikatan Cinta Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 3-4

Sinopsis Anak Band Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 32-33

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 209-210

Sinopsis Dari Jendela SMP Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 152

Sinopsis Chandra Nandini Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 18

Sinopsis Chandragupta Maurya Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 35

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Selasa 20 Oktober 2020 - Episode 33

Ramalan Zodiak Selasa 20 Oktober 2020

Sinopsis Uttaran ANTV Episode 13 - Selasa 20 Oktober 2020

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 28 Selasa 20 Oktober 2020

Meri sedang bicara dengan Herman, pak Bosnya. Herman tanya kenapa tiket Meri ke London padahal harus meliput di Paris. Bosnya mengingatkan kalau banyak orang yang ingin di posisi Meri. 

Meri minta maaf, dan mengatakan ke pak Herman jangan marah. Herman bilang dia tidak marah, dia gak mau Meri mengulanginya lagi. Meri lalu pergi meninggalkan ruangan pak Herman. Pak Herman merapikan baju Meri yang ada kotorannya. 

Di sebuah restoran, Meri ketemu dengan Pak Herman lagi. Meri nampak menyerahkan liputan Perancisnya. Meri nampak PD, namun Pak Herman bilang kalau harus dilihat editor dulu. Meri lalu menyerahkan Flashdisk berisi novel pertamanya. Pak Herman disuruh membacanya. 

Pak Herman bilang kalau dirinya sibuk, belum bisa baca dulu. Nampak Meri kecewa. Pak Herman lalu pergi dia bilang mau meeting. Namun dia nampak suka mendapatkan Flashdisk novel pertama dari Meri.

Salma lagi kerja di restoran tempat Marisa sedang makan. Marisa senang melihat Salma. Bahkan dia menyuruh Salma untuk jadi artis, namun Salma bilang dia tidak bisa akting. Marisa menyerahkan kartu nama ke Salma untuk belajar akting. 


0 komentar:

Post a Comment