Home » , , » Sinopsis Dia Bukan Manusia Selasa 1 Desember 2020 - Episode 16

Sinopsis Dia Bukan Manusia Selasa 1 Desember 2020 - Episode 16

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Dia Bukan Manusia Selasa 1 Desember 2020 - Episode 16
Sinopsis Dia Bukan Manusia Selasa 1 Desember 2020 - Episode 16

Sisnettv.comSinopsis Dia Bukan Manusia Selasa 1 Desember 2020 - Episode 16. Sancaka tidak kasih tahu kalau Elan belum berubah dan ikut dalam penculikannya. Sancaka ingin kasih pelajaran sendiri Elan. Vanda lalu tanya kenapa Sancaka diam, Sancaka mengatakan kalau tidak ada yang dipikirkan.

Baca Juga:

Sinopsis Ikatan Cinta Selasa 1 Desember 2020 - Episode 56

Sinopsis Hercai NET TV Selasa 1 Desember 2020 - Episode 16

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Selasa 1 Desember 2020 - Episode 464

Sinopsis Naagin ANTV Selasa 1 Desember 2020 - Episode 1

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Selasa 1 Desember 2020 - Episode 245

Sinopsis Anak Band Senin 30 November 2020 - Episode 85

Sinopsis Perempuan Pilihan Selasa 1 Desember 2020 - Episode 58

Sinopsis Dari Jendela SMP Selasa 1 Desember 2020 - Episode 202

Ramalan Zodiak Selasa 1 Desember 2020

Sinopsis Radha Krishna Selasa 1 Desember 2020 - Episode 51

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Selasa 1 Desember 2020 - Episode 75

Sinopsis Chandra Nandini Selasa 1 Desember 2020 - Episode 60

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 71 Selasa 1 Desember 2020

Sinopsis Uttaran ANTV Selasa 1 Desember 2020 - Episode 55

Sinopsis Lava Dan Kusha Selasa 1 Desember 2020 - Episode 30

Sinopsis Shehrazat ANTV Selasa 1 Desember 2020 - Episode 30


Sancaka malah tanya dimana Iteung, Vanda lalu bete, Vanda mengatakan kalau katanya tidak mikirin apa-apa namun malah mikirin Iteung. Sancaka mengatakan kalau Iteung sudah baik dengan dirinya. 

Vanda lalu kasih tahu, tadi memang sama Iteung. Namun karena mengejar Sancaka ngebut, dia tinggalin Iteung sendiri. Vanda mengatakan semoga Iteung tahu jalan pulang. Sancaka lalu mengajak ayo pulang.

Vanda pikir karena takut hujan, namun Sancaka mengatakan dia takut kalau Iteung gak tahu jalan pulang. Vanda tambah bete, lalu Vanda mengajak Sancaka naik motor. Sancaka trauma naik motor, namun Vanda mengatakan kalau harus naik motor karena jaraknya jauh.

Sancaka lalu naik motor, Vanda menyuruhnya untuk pegangan. Sancaka gak mau, dia bilang baik saja. Namun Vanda malah mainin gas, sehingga Sancaka terpaksa memegang badan Vanda. Vanda nampak tersenyum. 

Vanda dan Sancaka sampai rumah, Iteung melihatnya. Dia nampak cemburu, apalagi saat Vanda dan Sancaka ngobrol. Sancaka mengatakan kalau senang naik motor sama Vanda dan dia senang ketemu Vanda lagi. Iteung berpikir kalau Sancaka suka sama Vanda. 


0 komentar:

Post a Comment