Home » , , , » Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 19 September 2020 - Episode 156

Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 19 September 2020 - Episode 156

Posted by Sisnet TV

Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 19 September 2020 - Episode 156
Bawang Putih Berkulit Merah Sabtu 19 September 2020 - Episode 156
Sisnettv.comBawang Putih Berkulit Merah Sabtu 19 September 2020 - Episode 156. Mitha nampak shock, dia ditolong oleh warga. Warga kemudian menelpon keluarga Mitha. Di tempat lain, Bu Nora khawatir denga Mitha yang gak ada kabar. Hp Bu Nora berbunyi, di lalu angkat, dan melihat dari Mitha.

Bu Nora tanya Mitha dimana, orang itu kasih tahu kalau Mitha mendapat bencana. Mitha mau diperk*sa. Namun berhasil diselamatkan, Bu Nora lalu berpesan untuk jaga Mitha, dia akan menuju lokasi Mitha.
Ana minta maaf ke Denis, dia tidak berniat jaga jarak dengan Denis. Ana cuma merasa bersalah dengan kematian Bayu. Dia kalau tahu memang Bayu masih hidup, dia lega. Ana juga menyakinkan Denis, kalau dirinya memang cinta Denis. Bahkan sampai ahad 2x. 

Tiba-tiba Hp Ana bunyi, dia mendapat telepon dari Bu Nora. Bu Nora menyuruh Ana untuk menjemputnya dan mengantarnya, Bu Nora cerita kalau Mitha hampir diperk*sa, Ana kaget mendengarnya. Denis mengantarkan Ana untuk menjemput Mitha.

Rangga yang sakit, dia mimpi dan melihat kejadian bersama Ana. Di sisi lain, Istri Rangga mendengar Rangga memanggil-manggil Ana. Dia lalu membangunkan Rangga, Rangga cerita kalau dirinya mimpi tentang wanita itu, Ana.

Di tempat lain, Adiguna mendapat laporan kalau ada konsumen yang alergi dengan tisu buatan perusahaan Andrianto yang sekarang dipegang Adiguna. Bahkan sudah diposting di medsos.  Adiguna bilang kalau itu tidak bisa, namun pegawai itu bilang kalau orang yang posting tinggal menunggu hasil tes.

Di sisi lain, Andrianto mendengarnya, dia marah karena Adiguna menghancurkan perusahaan yang sudah dirintis dari nol. Menjual tisu dengan bahan yang lebih murah dari sebelumnya. Adiguna menyuruh karyawannya itu untuk menyuap orang yang posting di medsos tentang tisu itu.


0 komentar:

Post a Comment