Home » , , » Sinopsis Dari Jendela SMP Selasa 6 Oktober 2020

Sinopsis Dari Jendela SMP Selasa 6 Oktober 2020

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Dari Jendela SMP Selasa 6 Oktober 2020
Sinopsis Dari Jendela SMP Selasa 6 Oktober 2020

Sisnettv.comSinopsis Dari Jendela SMP Selasa 6 Oktober 2020. Di jalan, Indro terlihat badannya lemas sekali. Dia benar-benar merasa orang yang paling gak beruntung di dunia. Ibunya telah tiada karena ayahnya yang jahat. Indro benar-benar sesak. Lukman sudah membawa amplop. Kematian Nilam jadi pengaruh besar buat Lukman. Dia akan dikejar rasa bersalah ini seumur hidup. Ini satu satunya cara yang bisa Lukman lakukan untuk meringankan semuanya.

Prapto masih di teras. Tertegun pegang uang. Dan mau apa orang itu taruh uang di depan pintu Inah? Prapto sedang berpikir. Saat itulah Inah, Indro dan Joko melihat kalau Prapto memegang uang dari Lukman. Inah gak peduli. Joko juga kesal gak henti-hentinya Prapto membuat masalah. 
Prapto meminta Joko mempanggil dia “ayah” namun Joko menjawab sedih. Indro langsung masuk kamar dan sedih, merasa malu pada Joko dan Inah. Papinya seperti itu. Sama sekali gak ada rasa bersalah atas apa pun. Indro tetap merasa jadi orang paling nelangsa di dunia ini. Gina terbangun dari tidurnya. 

Gina melihat Alya juga sudah tidur. Gina mau ke kamar mandi. Gina terusik dengan buku yang ada muncul di dekat tubuh Alya. Di bawah bantalnya. Gina menjadi penasaran. Di tempat lain, Linda berusaha bangunkan Lukman. Wulan dan Satria juga ada di sana. Lukman akhirnya terbangun setelah meronta-ronta. Minta maaf terus. Lukman mimpi buruk. 

Lukman kaget semua ada di sana. Semua salat. Wulan juga. Linda dan Satria juga. Salat subuh berjamaah. Lukman sendiri mencoba tenangkan diri. Istighfar. Minta ampun pada Allah. Lukman tetap gak bisa tenang. Stres. Inah lagi jalan. dan kaget ada mobil Irfan berhenti di depannya. 

Irfan lalu menghampiri Inah. Lili baru paham Irfan mau ketemu Inah. Langsung cemberut. Dan Inah melihat ekspresi ketidaksukaan Lili. Roni, Indro, dan Joko baru tiba di sekolah. Indro terlihat masih lesu. Roni menceriakan suasana. Namun gagal, Indro masih melow.. dan muram. Indro sama sekali gak tertawa sama lelucon Roni. (Tabloid)


0 komentar:

Post a Comment