Home » , » Sinopsis Jodha Akbar ANTV Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 20

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 20

Posted by Sisnet TV

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 20
Sinopsis Jodha Akbar ANTV Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 20

Sisnettv.com - Sinopsis Jodha Akbar ANTV Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 20. Pelukis memberitahu Jalal, betapa Jodha sangat baik dan cantik, "dia tangkas dan sangat cerdas. ia sangat menghargai para seniman.." Jalal mengambil sekantong uang dan menyerahkannya pada pelukis, "aku juga sangat mebghoarmati seniman, namun seniman itu harus pantas mendapatkan penghargaan.." 

Pelukis menerima hadiahnya. lalu Jalal menyuruhnya pergi. Setelah pelukis pergi, jalal menatap lukisan itu. ia ingat bagaimana Jodha menghunus pedang ke lehernya. Lalu Jalal mengambi lukisan itu dan membakarnya. Abdul dengan heran bertanya, "maafkan aku yang mulia, kalau akhirnay di bakar, mengapa kau membuang banyak uang dan waktu untuk membuatnya?" 

Baca Juga:

Sinopsis Hati yang Terluka ANTV Episode 1 - TAMAT

Sinopsis Anak Band Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 6-7

Bawang Putih Berkulit Merah Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 174

Sinopsis Inayah ANTV Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 177

Sinopsis Putri Untuk Pangeran Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 184-185

Sinopsis Dari Jendela SMP Rabu 7 Oktober 2020

Sinopsis Perempuan Pilihan Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 24

Sinopsis Cinta Tapi Benci Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 17

Sinopsis Chandragupta Maurya Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 22

Ramalan Zodiak Rabu 7 Oktober 2020

Sinopsis Chandra Nandini Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 5

Sinopsis Mahabharata ANTV Episode 15 Rabu 7 Oktober 2020

Sinopsis Ishq Mein Marjawan Rabu 7 Oktober 2020 - Episode 14

Jalal menjawab, "kadang saat kau membuat sesuatu, kau juga meikmati saat menghancurkannya. Maham sedang mengupas badam ketika Adham datang dan memberitahu kalau Bairam khan melakukan persis yang di duga Maham, ia membunuh Takhatmal, "dia telah mengabaikan perintah dari kaisar. Sekarang tak ada yang akan menyelamatkan ia dari kemarahan Jalal.." 

Maham tersenyum licik. Adham menawarkan diri untuk memberitahu jalal tentang iu. namun Maham melarang, "jangan, Adham. Biar aku saja.. jangan menghalangi.." Tiba-tiba ada keributan. Seorang pria nyelonong masuk dan di kejar prajurit. Maham dan Adham menegur otang itu. ia engaku sebagai prajurit dari Takhatmal yang ingin memberi informasi tentang kematian rajanya, "aku datang kesini membawa mayatrajaku agar mayatnya bisa di kremasi." 

Maham dan Adham saling pandang. Maham memberitahu prajurit itu kalau mereka gak punya hak untuk membuat keputusan, "kau harus minta izin pada Kaisar, kami ini hanya pelayannya saja.." lalu maham menyuruh prajurit membawa orang itu kehadapan jalal. lalu prajurit Takhatmal mengadu pada jalal dan menuntut keadilan darinya. Jalal mendengarkan semuanya dengan wajah menahan geram. Sementara itu, pengawal setia bairam memberitahu bairam tentang kemungkinan Jalal sudah tahu tentang eksekusi raja takhatmal. 

Bairam Khan gak kaget, "aku tahu. Apa menurutmu Maham Anga akan menghasut jalal untuk melawanku? ia pasti sudah memberitahu jalal tentang semuanya..." Bairam khan yakin itu. Dan ia memberi perintah pada prajurit agar membiarkan jalal masuk jika ia datang ingin bertemu dirinya. Pengawak setia Bairam khan mengingatkan akbatnya menentang Kaisra. Bairam khan tak perduli, "aku yang membantu ia menjadi seorang Kaisar, apa balasannya untukku? ia sudah mempermalukan aku didepan banyak orang di sidang. Apakah Jalal menjadi sangat penting sekarang?" 

Prajurit menyankal, "tentu saja gak tuanku, ia menghormatimu seperti ayahnya sendiri.." bairam khan gak setuju, ia masih merasa di permalukan jalal.Pengawal mengingatkan kalau bairam menentang Raja, maka ia akan dianggap pemberontak. 

Bairam khan gak perduli di anggap pemberontak. lalu prajurit datang untuk memanggil bairam khan, karena para menteri dan komandan telah berkumpul di ruangan dewan (deewane Khaas). Bairam Khan kaget, "siapa yang memanggil? Akulah yang punya hak memangguil semua orang untuk berkumpul di ruang dewan." Prajurit menjawab, kalau jalal yang memanggil. Bairam Khan binggung.

Baca Selanjutnya Sinopsis Jodha Akbar ANTV Kamis 8 Oktober 2020 - Episode 21


0 komentar:

Post a Comment